KAMI HADIR UNTUK MEMBERIKAN SOLUSI YANG TEPAT

lihat Jadwal Buat Janji Whatsapp

Chat
Oleh Administrator
00165905280029 Jul 2022
Informasi Kesehatan



Hipotiroidisme adalah kondisi rendahnya hormon tiroid dalam tubuh. Penyebab tersering hipotiroidisme adalah penyakit autoimun (seperti Hashimoto’s Thyroiditis), pengangkatan kelenjar tiroid pasca operasi, terapi radiasi dan beberapa pengobatan yang dapat menurunkan kadar hormon tiroid, misalnya obat golongan mood stabilizer (antimania).

Hormon tiroid memiliki tugas utama yang memiliki peran penting untuk tubuh, yaitu mengontrol metabolisme tubuh. Tiroid menciptakan hormon T4 dan T3 yang berfungsi untuk mengontrol metabolisme tubuh yang digunakan sebagai proses mengubah makanan menjadi energi bagi setiap organ tubuh. Tiroid yang bekerja secara normal akan bekerja secara terus-menerus memproduksi dan melepaskan hormon. Kinerja tiroid yang normal membuat metabolisme tubuh berfungsi dengan baik dan seluruh sistem tubuh tetap terkendali. Jumlah hormon tiroid dalam aliran darah dikendalikan oleh kelenjar pituitari. Kelenjar tersebut memproduksi beberapa jenis hormon salah satunya yaitu hormon perangsang tiroid (TSH) yang berfungsi merangsang kelenjar tiroid untuk memproduksi hormon tiroid.

Gejala Hipotirodisme

Gejala hipotiroidisme tidak terlalu khas dan biasanya muncul secara perlahan. Oleh karena itu, hipotiroidisme tidak selalu terdeteksi pada tahap awal.

Ketika kadar hormon tiroid terlalu rendah, sel-sel tubuh tidak mampu mendapatkan cukup hormon tiroid dan proses tubuh mulai melambat. Gejala awal dari hipotiroidisme akan muncul dan tubuh akan merasakan kelelahan, sensitif terhadap dingin, bertambahnya berat badan, konstipasi (sembelit), depresi, lambat dalam berpikir dan bergerak, nyeri otot hingga mudah lelah, kram otot, kulit kering dan kasar, rambut rontok dan kuku rapuh, sensasi kesemutan di tangan dan jari, hingga perubahan periode menstruasi yang tidak teratur. Apabila kadar hormon tiroid yang rendah tidak segera ditangani, akan muncul gejala yang lebih parah, seperti suara serak, wajah tampak sembab, alis menipis atau hilang sebagian, detak jantung melambat, gangguan pendengaran, dan anemia.

Penanganan Hipotiroidisme

Pada pasien dengan gejala hipotirodisime, dokter akan melakukan pemeriksaan darah untuk mengetahui kadar hormon tiroid. Bila terjadi penurunan kadar hormon tiroid, dokter akan meresepkan obat hormon tiroid T4 sintetis sesuai dengan indikasi. Selain itu, dokter akan menanyakan kepada pasien tentang obat, zat herbal, maupun suplemen yang sedang dikonsumsi dan mengidentifikasi apakah zat tersebut berpotensi mengganggu proses penyerapan hormon sintetis. Selanjutnya, lakukan secara rutin tes kadar hormon tiroid pada darah. Tes rutin tersebut diperlukan oleh dokter untuk menentukan dosis obat. Selain tes rutin kadar hormon tiroid, dokter juga akan melakukan tes darah untuk memeriksa kadar TSH selama 6 hingga 8 minggu setelah mengonsumsi obat hormon buatan dan melanjutkan pemeriksaan setiap 6 bulan sekali.

Bila dibiarkan, hipotiroidisme dapat menyebabkan beragam komplikasi atau masalah kesehatan lainnya seperti obesitas, nyeri sendi, infertilitas, hingga penyakit jantung. Apabila terdapat suatu tanda maupun gejala hipotiroidisme, segera konsultasikan dengan dokter spesialis bedah khusus kepala dan leher untuk mendapatkan pemeriksaan awal dan penanganan hipotiroidisme dengan tepat.

Komentar